PERTEMUAN 1 — BAHAN AJAR PAI

Hakikat dan Urgensi Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum

Pertemuan 1 — Mengapa Mahasiswa Perlu Belajar Agama Islam?


Capaian Pembelajaran
Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa mampu menjelaskan hakikat Pendidikan Agama Islam, landasan filosofis, yuridis, dan teologisnya, serta menguraikan urgensinya bagi pembentukan pribadi ilmuwan yang beriman dan bertakwa.


A. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Secara etimologis, pendidikan berasal dari kata didik yang mendapat awalan pe- dan akhiran -an. Dalam khazanah Islam, istilah pendidikan paling sering dipadankan dengan tarbiyah (menumbuhkan dan mengembangkan), ta’lim (memberi pengetahuan), dan ta’dib (menanamkan adab serta akhlak).

Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah usaha sadar dan terencana untuk menyiapkan peserta didik agar meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan. PAI bukan sekadar transfer pengetahuan agama, melainkan pembinaan kepribadian secara utuh.

  • Aspek kognitif: mengetahui dan memahami ajaran Islam.
  • Aspek afektif: meyakini dan menghayati nilai-nilai Islam.
  • Aspek psikomotorik: mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan nyata.

B. Landasan PAI

Landasan yuridis. Pasal 29 UUD 1945 menjamin kemerdekaan beragama; UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi mewajibkan pendidikan agama pada seluruh jalur, jenjang, dan jenis pendidikan, termasuk perguruan tinggi.

Landasan filosofis. Pembelajaran agama Islam bertumpu pada tiga pilar filsafat ilmu:

  1. Ontologi: hakikat manusia sebagai makhluk Allah yang dapat dan harus dibina serta dikembangkan potensinya.
  2. Epistemologi: sumber pengetahuan yang benar, yaitu Al-Qur’an dan as-Sunnah, ditambah akal dan pengalaman empiris.
  3. Aksiologi: nilai dan manfaat ilmu bagi kesejahteraan umat dan keridaan Allah.

Landasan teologis. Manusia adalah hamba (‘abd) sekaligus wakil Allah (khalifah) di bumi. Karena itu, ilmu harus diarahkan untuk mengenal Allah dan menunaikan tanggung jawab kekhalifahan.

C. Tujuan dan Ruang Lingkup PAI

Tujuan PAI di perguruan tinggi bukan sekadar mencetak ahli agama, melainkan memadukan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (ipteks) dengan iman dan takwa. Tiga sasaran utamanya sebagaimana dirumuskan dalam materi pokok PAI pada Perguruan Tinggi Umum:

  1. Menghasilkan manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.
  2. Mampu menjaga kedamaian serta kerukunan hubungan inter dan antar umat beragama.
  3. Memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama yang serasi dengan penguasaan ipteks dan seni.

Ruang lingkup kajian PAI meliputi: konsep ketuhanan, manusia, dan alam; Al-Qur’an, as-Sunnah, dan ijtihad; syariah dan ibadah; akhlak serta etika; Islam dan masyarakat majemuk; Islam, negara, dan lingkungan; hingga isu-isu kontemporer.

D. Problematika dan Tantangan

  • Kesenjangan antara pengetahuan agama dan pengamalan sehari-hari.
  • Rendahnya literasi keagamaan sehingga mudah terpapar paham ekstrem atau radikal.
  • Derajat religiusitas yang cenderung ritualistik-simbolik, bukan substansial.
  • Pengaruh budaya digital: konsumsi informasi tanpa verifikasi dan pergaulan tanpa batas.
  • Dualisme pandangan yang memisahkan ilmu umum dari ilmu agama.

E. Hubungan Ilmu, Iman, dan Amal

Dalam wawasan Islam, iman, ilmu, dan amal adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Iman tanpa ilmu mudah melahirkan fanatisme; ilmu tanpa iman dapat menghasilkan keserakahan; sedangkan iman dan ilmu tanpa amal adalah kesia-siaan.

 
“Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS Al-Mujadalah [58]: 11)

F. Rangkuman

  • PAI adalah upaya sadar membina kesertaan iman, ilmu, dan amal.
  • PAI memiliki landasan yuridis, filosofis, dan teologis yang kokoh.
  • Tujuan utamanya adalah membentuk ilmuwan yang bertakwa dan berakhlak mulia.
  • Tantangan utama adalah kesenjangan antara pengetahuan dan pengamalan.

G. Evaluasi

  1. Jelaskan perbedaan tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib serta implikasinya bagi pembelajaran PAI.
  2. Sebutkan dan uraikan tiga landasan filosofis PAI (ontologi, epistemologi, aksiologi).
  3. Mengapa mahasiswa perguruan tinggi umum tetap wajib belajar agama? Berikan tiga argumen.
  4. Identifikasi dua problematika PAI di kampusmu dan usulkan solusinya.

KONTAK

Jl. Prof. Abdurrahman Basalamah Perum. Mustika Mulia A3/1 Makassar

Phone

085215151769

Email

muhammad@tahir.id

HTML Website Builder