PERTEMUAN 5 — BAHAN AJAR PAI

Al-Qur’an sebagai Sumber Utama Pedoman Hidup

Pertemuan 5 — Kedudukan, Fungsi, Sejarah Pembukuan, dan Corak Tafsir


Capaian Pembelajaran
Mahasiswa mampu menjelaskan kedudukan dan fungsi Al-Qur’an, menelusuri sejarah pembukuannya, serta mengidentifikasi keberagaman corak tafsir.


A. Pengertian Al-Qur’an

Al-Qur’an secara etimologis berasal dari akar kata qara’a yang berarti membaca atau bacaan. Secara terminologis, Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, disampaikan secara mutawatir, bernilai ibadah bagi pembacanya, dan dimulai dengan surah Al-Fatihah serta diakhiri surah An-Nas.

  • Jumlah surah: 114. Jumlah ayat: 6.236 (menurut sebagian penghitungan).
  • Surah Makkiyah: 86 surah; surah Madaniyah: 28 surah.
  • Diturunkan secara berangsur selama kurang lebih 23 tahun (610–632 M).

B. Kedudukan dan Fungsi Al-Qur’an

  1. Sebagai sumber hukum utama (mashdar al-tasyri’), yang menetapkan kaidah pokok kehidupan.
  2. Sebagai petunjuk (hudan) bagi seluruh manusia menuju jalan yang lurus.
  3. Sebagai penjelas dan pembeda (al-furqan) antara yang benar dan yang batil.
  4. Sebagai obat dan rahmat (syifa’ dan rahmah) bagi orang beriman.
  5. Sebagai peringatan (mau’izhah dan dzikra).

C. Isi dan Tema Besar Al-Qur’an

  • Akidah: keimanan kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan takdir.
  • Syariah: aturan ibadah dan muamalah.
  • Akhlak: pembinaan budi pekerti dan karakter.
  • Kisah umat terdahulu: pelajaran sejarah (‘ibrah).
  • Janji dan ancaman (wa’d dan wa’id).
  • Isyarat ilmiah yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan.

D. Sejarah Singkat Pembukuan Al-Qur’an

  1. Masa Nabi SAW: wahyu dihafal dan ditulis pada pelepah kurma, kulit hewan, dan batu tipis para sahabat (kuttab al-wahy).
  2. Masa Abu Bakar as-Siddiq: pembukuan pertama dilakukan setelah banyak penghafal gugur dalam Perang Yamamah; Mushaf disimpan Umar, lalu Hafsah.
  3. Masa Utsman bin Affan: standarisasi mushaf (Mushaf Utsmani) untuk menyatukan bacaan umat Islam, dikirim ke berbagai wilayah.
  4. Masa sesudahnya: penyempurnaan tanda baca, harakat, dan penulisan mushaf hingga bentuk yang kita kenal sekarang.

E. Adab dan Etika Membaca Al-Qur’an

  • Berwudu dan menyucikan diri, serta memilih tempat yang layak.
  • Membaca dengan tartil (perlahan dan sesuai kaidah tajwid).
  • Membuka dengan isti’adzah dan memulai dengan basmalah.
  • Membaca dengan khusyuk, merenungkan makna, dan menadaburi pesan.
  • Mengamalkan isi bacaan dalam perilaku sehari-hari.

F. Keberagaman Corak Tafsir

Seiring perjalanan sejarah, muncul beragam metode dan corak penafsiran. Corak-corak utama antara lain:

  • Tafsir bi al-ma’tsur: bersumber dari Al-Qur’an, hadis, dan perkataan sahabat.
  • Tafsir bi al-ra’yi: berbasis penalaran/akal dengan tetap mengikuti kaidah.
  • Tafsir tahlili: menafsirkan secara runtut ayat demi ayat.
  • Tafsir maudhu’i: menafsirkan menurut tema tertentu.
  • Tafsir muqaran: membandingkan penafsiran para mufasir.
  • Corak lain seperti fiqhi, falsafi, ilmi, sufi, dan adabi ijtima’i.

Keberagaman ini bukan perpecahan, melainkan kekayaan khazanah intelektual Islam yang menuntut sikap lapang dan ilmiah dalam menyikapinya.

G. Rangkuman

  • Al-Qur’an adalah kalam Allah yang menjadi sumber hukum utama Islam.
  • Al-Qur’an berfungsi sebagai petunjuk, pembeda, obat, dan peringatan.
  • Pembukuan Al-Qur’an melewati proses panjang dari masa Nabi hingga masa Utsman.

H. Evaluasi

  1. Jelaskan definisi Al-Qur’an beserta kriteria ke-mutawatirannya.
  2. Sebutkan lima fungsi utama Al-Qur’an beserta contoh ayatnya.
  3. Bandingkan tafsir bi al-ma’tsur dan bi al-ra’yi beserta syarat masing-masing.

KONTAK

Jl. Prof. Abdurrahman Basalamah Perum. Mustika Mulia A3/1 Makassar

Phone

085215151769

Email

muhammad@tahir.id

HTML Website Builder